tulisan 3 ekonomi koperasi #
Dampak Positif dan Negatif di tidak adakan uang tunai dan di
ganti oleh E-Toll
Tulisan ini saya
tunjukan untuk tugas softskill mata kuliah ekonomi koprasi#
Di tulisan ini saya akan menulis tentang dampak terhadap
masyarakat tentang e-toll
A.
Apa itu e-toll?
E-Toll adalah kartu elektronik
yang digunkan untuk membayar biaya masuk jalan tol di sebagian daerah
Indonesia.[1] Pengguna e-toll hanya perlu menempelkan kartu untuk membayar uang
tol dalam waktu 4 detik, lebih cepat dibandingkan bila membayar secara tunai
yang membutuhkan waktu 7 detik.[1] Penggunaan e-toll juga mengurangi biaya
operasional karena hanya diperlukan biaya untuk mengumpulkan, menyetor, dan
memindahkan uang tunai dari dan ke bank.[1] Selain menjadi langkah awal dalam
modernisasi pengumpulan uang, penggunaan e-toll juga dimaksudkan untuk
mengurangi pelanggaran (moral hazard) karena petugas tol tidak menerima
pembayaran secara langsung.
B.
Masalah
o
Keluhan Masyarakat Soal e-Toll Card
o
Penerapan sistem non tunai pada gerbang tol
C.
Keluhan masalah soal e-Toll Card
Berikut keluhan
masyarakat terkait e-Toll Card Bank Mandiri dalam surat elektroniknya yang disampaikan
kepada detik Finance Rabu (21-3-2012) :
Ø
Pangky Irawan
Saya cukup senang dengan program e-toll
card, namun saya kesulitan untuk mendapatkan e-toll card versi Bank Mandiri.
Ketika saya tanyakan kepada indomart jenis kartu tersebut habis. Mohon untuk
infonya.
Ø
Bimo Waskitho
Saya sudah lama menggunakan e-toll card,
menurut saya cukup praktis tetapi ada beberapa kekurangan:
Sudah beberapa kali, kartu saya yang masih
berisi cukup banyak tidak terbaca (alias rusak) padahal kondisi fisik kartu
baik, jadi digerbang kalau kita tidak siap uang tunai repot, atau bila
menggunakan gerbang otomatis lebih merepotkan.
Belum bisa digunakan sampai Bandung,
padahal sama-sama dikelola Jasamarga
Sebaiknya jenis kartu digunakan yang tidak
mudah rusak magnetiknya.
Bila klaim kerusakan kartu, tidak semua
Bank Mandiri paham prosesnya, dan kita tidak bisa melihat data sisa saldo bila
kartu rusak.
D.
Dampak negatif
o
Dampak negatif yang pertama adalah pengurangan
pekerja di perusahaan atau lembaga tol tersebut.
Mengapa terjadi demikian? Menurut
pandangan saya, jika tugas mereka telah digantikan oleh mesin pembaca kartu
E-Toll tersebut, maka perusahaan tidak menutup kemungkinan akan memutus
hubungan kerja dengan para karyawan yang bekerja dibidang penjagaan pintu tol
tersebut karena biaya gaji karyawan tersebut dapat dialihkan ke biaya-biaya
lainnya. Dan perusahaan atau lembaga pemilik jalan tol tersebut akan
membutuhkan lebih banyak teknisi dikarenakan jumlah mesin yang semakin banyak.
o
Dampak negatif kedua yang saya kira adalah jika
ada pengguna jalan tol yang tidak menerima informasi adanya penggunaan gerbang
tol non tunai akan kesulitan untuk masuk dan terpaksa menggunakan jalan umum.
Itu akan merugikan kedua belah pihak yaitu perusahaan atau lembaga pemilik
jalan tol serta pengguna.
E.
Dampak positif
o
Pertama mengurangi kemacetan. Ini adalah hal
yang cukup jelas akan dirasakan oleh para pengguna tol aplagi di jam sibuk
seperti pagi dan sore hari pada hari kerja.
Karena pemberian uang kembalian memakan waktu yang lebih lama daripada
system non tunai. Jika memakan waktu lebih lama dan ditambah jumlah kendaraan
yang semakin lama semakin menumpuk di gerbang tol akan menyebabkan kemacetan
dan kepadatan gerbang tol yang akan cukup sulit untuk diuraikan.
o
Kedua adalah berkurangnya kesalahan-kesalahan
seperti pemberian uang kembalian yang kurang, lalu adanya uang palsu. Dengan
meningkatnya kendaraan yang akan keluar, tentu saja penjaga tol harus cepat
dalam melaksanakan tugasnya yaitu menerima uang dari pengguna tol. Jika uang
nya bukanlah uang pas, tentu saja penjaga harus mengembalikannya. Human Error
bukanlah sesuatu yang sepenuhnya dapat kita hindari. Jika ada kegiatan
penyerahan uang kembalian yang salah tentu akan merugikan pihak pengguna jalan
tol jika uang kembalian tersebut kurang dan akan merugikan pihak pemilik jalan
Tol jika uang kembalian tersebut lebih dari yang seharusnya dikembalikan.
Dan jika menggunakan transaksi non tunai tentu saja akan terhindar dari
adanya bahaya uang palsu.
F.
Solusi
Solusi yang bisa dilakukan oleh
pihak pemilik jalan tol dan pihak yang berwenang lainnya adalah untuk gencar
menyebarkan informasi bahwa pada oktober 2017 akan di berlakukan system
pembayaran non tunai pada gerbang tol alias harus menggunakan kartu E-Toll.
Dan solusi lainnya adalah penyuluhan
macam-macam kartu E-Toll. Baik itu dari Bank maupun bukan. Bagi yang sudah
menjadi nasabah beberapa Bank, kemudahannya lebih besar karena bisa mengisi
saldo tersebut di ATM. Sedangkan jika belum menjadi nasabah Bank manapun, bisa
membeli kartu E-Toll tersebut di beberapa minirmarket seperti Indomaret dan
lain-lain.Dan salah satu solusi lainnya adalah mempersiapkan lapangan kerja
yang lebih banyak karena akan adanya pemutusan hubungan kerja dikarenakan
penggantian sumber daya manusia menjadi mesin .
Jika kebijakan tersebut berjalan lancar,
maka bukan tidak mungkin pengguna jalan tol merasakan dampak yang cukup
signifikan seperti antrian di gerbang tol yang berkurang. Dan bagi pemilik
jalan tol, keuntungan yang bisa didapat adalah meminimalisir adanya kerugian-kerugian
yang disebabkan human error, uang palsu, maupun kerugian lainnya.
G.
Kesimpulan
Kesimpulan yang
bisa saya dapat dari kasus tersebut adalah terdapat beberapa dampak dalam
pelaksanaan kebijakan penerapan system non tunai atau E-Toll pada gerbang Tol.
Baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif yang bisa saya
dapatkan dari kasus tersebut antara lain adalah mengurangi antrian kendaraan
pada gerbang Told an meminimalisir adanya kesalahan-kesalahan seperti adanya
uang palsu dan salah dalam mengembalikan uang kembalian.
SUMBER:
https://nadhifahsafitri.wordpress.com/2017/06/01/dampak-penerapan-sistem-non-tunai-pada-gerbang-tol/

Komentar
Posting Komentar